berita

2.405 Calon Petugas Haji Ikut Tes Psikologi

Sebanyak 2.405 calon petugas haji tahun 1432H/2011M  mengikuti tes psikologi pada hari Kamis (19/5/2011).  Kegiatan ini  diselenggarakan secara serentak  oleh 61 tim psikologi di 33 provinsi, atas kerjasama antara Direktorat Jenderal Pembinaan Haji dan Umrah Kementerian Agama dan Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta. Tahun ini merupakan kali  kedua  fakultas psikologi melakukan tes psikologi bagi calon petugas haji. Bedanya pada tahun 2010 tes psikologi dilakukan di 21  provinsi dan pada tahun ini dilakukan di 33 provinsi.

Berdasarkan data dari Direktur Pembinaan Haji dan Umrah, peserta tes untuk  petugas kloter sebanyak 1.794 orang yang terdiri atas  846 orang calon TPHI (Tim Pembimbing Haji Indonesia) dan 950 orang calon TPIHI (Tim Pembimbing Ibadah Haji Indonesia).  Untuk tes petugas non kloter  diikuti oleh  611  orang dengan rincian pelayanan umum 308 orang, administrasi dan siskohat 107 orang, bimbingan dan konsultasi 137 orang, dan pengemudi 59 orang.

Secara terpisah, Yufi Andriani anggota tim tes psikologi mengatakan tujuan tes ini adalah untuk mendapatkan gambaran atau potret potensi-potensi yang ada dalam diri calon petugas haji sehingga dalam memberikan layanan ibadah haji nanti, para petugas haji  tidak hanya bekerja melalui pendekatan religious tetapi juga pendekatan psikologis.

“Peserta akan diberikan dua jenis tes psikologi yaitu Tes Psikologi I dan Inventori Psikologis”, ungkap Yufi sambil menambahkan untuk tes Psikologi I  waktunya 25 menit dan untuk Inventori Psikologis waktunya 30 menit.

Selain tes psikologi, calon petugas haji juga akan mengikuti tes kompetensi yang diselenggarakan oleh tim dari Direktorat Pembinaan Haji dan Umrah Kemenag.

Kepercayaan dari Direktorat Jenderal Pembinaan Haji dan Umrah Kemenag kepada Fakultas Psikologi UIN Jakarta untuk menyelenggarakan tes psikologi bagi calon petugas haji tahun 2011  menunjukkan keberadaan, peran dan fungsi  Fakultas Psikologi  UIN semakin dirasakan manfaatnya  oleh pemerintah dan masyarakat umum. Oleh karena itu fakultas psikologi juga senantiasa mengembangkan dan meningkatkan kiprahnya melalui Pusat Layanan Psikologi (PLP) Fakultas Psikologi UIN Jakarta.