faq

Faqs Bidang Administrasi Umum

FREQUENTLY ASKED QUESTIONS

 

Q:  Kalau ingin menunda pembayaran  SPP prosedurnya bagaimana?

A: Mahasiswa yang bersangkutan mengajukan surat permohonan penundaan pembayaran kepada  Kepala Biro Keuangan dan Sistem Informasi dengan persertujuan Pembantu Dekan Bidang Adminsitrasi Umum.  Surat dilengkapi dengan materai Rp. 6.000.

 

Q: Apa kelebihan  pembayaran dengan sistem auto debet?  

A: Pertama, dengan auto debet mahasiswa dapat mengicil atau mengangsur pembayaran dengan cara menyimpan uang di rekening bank sesuai dengan kemampuan masing-masing mahasiswa. Kedua, efisiensi waktu sebab mahasiswa tidak perlu antri di loket pembayaran, karena pihak bank akan melakukan pemotongan melalui  rekening.  Ketiga, dengan cara autodebet, diharapkan tidak terjadi penunggakan pembayaran.

 

Q: Jika belum membayar SPP  apa boleh ikut kuliah?

A: Tidak. Pembayaran SPP merupakan syarat untuk registrasi setiap semester.

 

Q: Jika terlambat membayar SPP dari waktu yang ditentukan, apa ada sanksinya?

A: Jika anda terlambat satu minggu dari batas akhir pembayaran, maka dikenakan sanki sebesar 10% dari SPP. JIka terlambat dua minggu dari batas akhir pembayaran, anda dikenakan sanksi sebesar 20% dari SPP. Jika anda terlambat lebih dari dua minggu, maka anda tidak bisa mengajukan penundaan pembayaran, tetapi harus mengajukan cuti kuliah.

Q: Bagaimana cara mengajukan cuti kuliah?

A: Cuti kuliah bisa diambil setelah mahasiswa menempuh minimal dua semester.  Cuti kuliah dapat diberikan untuk tempoh waktu dua semester selama masa studi. Caranya, mahasiswa mengajukan surat permohonan cuti kuliah ke Kepala Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan. Surat diketahui oleh Pembimbing Akademik dan Pembantu Dekan Bidang Akademik di tingkat fakultas.

Q: Apakah mahasiswa boleh menggunakan fasilitas fakultas?

A: Mahasiswa boleh menggunakan fasilitas fakultas. Misalnya ruang rapat atau ruang kuliah untuk kegiatan kemahasiswaan.  Caranya cukup menyampaikan surat permohonan penggunaan  fasilitas ditujukan ke Kabag Tata Usaha.

Q: Dari mana bisa mendapatkan informasi beasiswa?

A: Mahasiswa yang berprestasi dan berekonomi lemah dapat mengajukan beasiswa. UIN Jakarta melakukan kerjasama beasiswa dengan yayasan dan perusahaan pemberi beasiswa. Antara lain, Yayasan Supersemar, Bimantara, Bazis, Dompet Dhuafa, Kementerian  Agama, Orbit, Bank Mandiri dan lain-lain. Informasi beasiswa bisa  diperoleh dari Pembantu Dekan Bidang Kemahasiswaan.  Untuk informasi beasiswa internasional (Fullbright, ADS, The Asian Foundation) bisa didapatkan dari website atau media lain dari pemberi beasiswa. Mahasiswa yang bersangkutan mesti aktif dan proaktif mencari informasi tersebut.

 

Q: Bagaimana cara mengajukan beasiswa?

A: Mahasiswa mengajukan permohonan ke Dekan Fakultas Cq. Pembantu Dekan Bidang Kemahasiswaan. Fakultas menyeleksi dan menyerahkan nama-nama pemohon beasiswa ke Bagian Kemahasiswaan Pusat. Pihak pusat akan menyeleksi berkas dan memberi pengumuman penerima beasiswa.  Persyaratan pengajuan beasiswa adalah:

a. Surat Keterangan masih aktif kuliah

b. Surat keterangan tidak sedang menerima beasiswa dari pihak manapun.

c. Surat keterangan baik dari kepolisian/fakultas.

d. Photo copy KTM

e. Photo copy kartu keluarga

f. Surat keterangan tidak mampu dari kelurahan

g. Photo copy kwitansi pembayaran kuliah/SPP terakhir

h. Indeks Prestasi (IP) minimal 3.00 (dibuktikan dengan transkrip nilai)

i. Semester III s.d VII tahun berjalan.

 

Q: Bagaimana cara menyampaikan keluhan, usulan, atau saran?

A: Keluhan, usulan, atau saran dapat disampaikan secara langsung kepada pihak fakultas sebagai pemberi layanan atau disampaikan secara tertulis melalui kotak saran yang tersedia.